pustaka

Senin, 04 Juni 2012

ALAT BERAT (PEMINDAHAN TANAH MEKANIS)

I. PEMBAGIAN ALAT BERAT
Alat berat dapat dibagi menurut dua kategori: berdasarkan penggerak utamanya, dan
berdasarkan fungsinya.

A.   Pembagian Berdasarkan Fungsi
Berdasarkan fungsinya alat berat  dapat dibedakan menjadi:
(1) Peralatan pekerjaan tanah
(2) Peralatan pengangkut
(3) Peralatan fondasi
(4) Peralatan Stone Crusher,
(5) Peralatan Pengaspalan
(6) Peralatan lain-lain.

Mengingat materi perkuliahan  sebelum mid semester ini adalah alat berat yang digunakan sebagai pemindahan tanah mekanis; maka peralatan yang dibahas hanya yang berkaitan dengan pemindahan tanah mekanis saja yaitu
(1) Peralatan pekerjan tanah
(2)Peralatan pengangkut.

1. Peralatan Pekerjaan Tanah
Peralatan pekerjaan tanah dapat dibagi menjadi lima kategori yaitu:
(a) alat penggusur tanah
(b) alat penggali tanah
(c) alat pengangkut tanah
(d) alat perata tanah
(e) alat pemadat tanah.

a. Alat Penggusur Tanah
Secara umum alat penggusur tanah dapat dibedakan menjadi dua yaitu Bulldozer
(Buldoser) dan scarapper.
Buldoser
Buldoser dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler
Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer

Pada dasarnya Buldoser
menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama, tetapi lazimnya
traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser
yang bisa untuk menggusur tanah.

Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke
samping, tergantung pada sumbu kendaraannya. Untuk pekerjaan di rawa digunakan
jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer.

Tabel I.2. Perbandingan antara Crawler Tractor Dozer dan Wheel Tractor Dozer

Crawler Tractor Dozer                                                  Wheel Tractor Dozer
Punya daya dorong besar,                                             Daya dorongnya lebih kecil tapi kecepatannya
lebih besar terutama pada tanah
lunak karena bidang geser besar

Dapat digunakan pada tanah lumpur maupun                  Tak dapat digunakan pada tanah lumpur, jika
berbatu tajam                                                                digunakan pada tanah berbatu
tajam ban menjadi lebih pendek
Untuk membawa ke lokasi harus diangkut,                      Dapat dibawa ke lokasi tanpa diangkut
karena jika berjalan di aspal dapat merusak aspal
Memiliki jarak angkut yang pendek (maks 30 feet)           Jarak angkutnya bisa jauh
Operator cepat lelah                                                      Nyaman dikendarai
Jalan proyek tak perlu dipelihara                                    Jalan proyek harus dipelihara


Scrapper
Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri, lalu mengangkut ke tempat
yang ditentukan, kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan. Scrapper mampu
menggali/ mengupas permukaan tanah sampai setebal + 2,5 mm atau menimbun
suatu tempat sampai tebal minimum + 2,5 mm pula.

Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan,
menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton, meratakan jalan raya atau
lapangan terbang. Efisiensi penggunaan Scrapper  tergantung pada:
 (1) kedalaman tanah yang digali,
(2) kondisi mesin,  
(3) operator yang bekerja.
Jika ditinjau dari penggeraknya, jenis Scrapper ada dua macam yakni:
(1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor)
(2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers).

Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper  konvensional Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil,
sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban, dan jarak angkut yang
ekonomis kurang dari 67 m.

Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. Produksi Self Propelled Scrappers dapat tinggi, jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck, baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya; bentuk Self Propelled Scrappers.


Ripper
alat bajak terutama untuk lapisan tanak keras. Alat penggerak utamanya adalah traktor. 

b. Alat Penggali Tanah (Excavator)
Alat penggali sering juga disebut Excavator; ada dua tipe Excavator yaitu: (1)
Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2)
Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator).


Bagian-bagian utama dari Excavator antara lain:
- Bagian atas yang dapat berputar (Revolving unit)
- Bagian bawah untuk berpindah tempat (Travelling unit)
- Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan.

Bagian-bagian tambahan yang penting diketahui adalah: Crane, Shovel, Back Hoe,
Dragline, dan Clam shell. Bagian bawah Excavator ada yang menggunakan roda
rantai (Crawler truck) ada yang dipasang di atas truck (mounted truck)


Crane
Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar, crane
kolom putar, crane putar, crane portal, crane menara, crane kabel, dan mobil crane.
Jenis yang banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane, sebab crane ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan, karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi.
Shovel
Alat ini baik untuk menggali tanah tanpa bantuan alat lain, dan memasukkannya ke
dalam truck atau alat angkut lainnya. Shovel dapat juga digunakan untuk membuat
timbunanbahan-bahan persediaan seperti kerikil, pasir, semen PC, dan sebagainya.
Umumnya Shovel dipasang di Truck Crawler. Dalam pengunaannya Shovel terutama
digunakan untuk menggali tebing yang letaknya lebih tinggi dari tempat kedudukan
alat itu sendiri.
Back Hoe
Back Hoe adalah alat dari golongan Shovel yang khusus dibuat untuk menggali
material yang letaknya di bawah tempat kedudukan alat itu. Jenisnya ada dua yaitu
Wheel Back Hoe dan Crawler Back Hoe

Dragline
Dragline merupakan alat penggali tanah dan dapat sekaligus memuatkan pada alatalat
angkut misalnya truck, traktor penarik gerobak, atau meletakkan tanah ke
tempat-tempat penimbunan yang dekat dengan lokasi galian

Pada proyek-proyek yang membutuhkan pekerjaan penggalian tanah dengan volume
besar, biasanya Dragline bekerja bersama-sama dengan Shovel; fungsi Shovel untuk
menggali (terutama pada lokasi-lokasi yang letaknya berada di atas alat) sedangkan
Dragline bekerja di daerah permukaan tanah yang bekas digali. Jika hasil galiannya
terus dimuat ke dalam truck, maka truck tersebut tidak perlu masuk ke dalam galian
sebab ada kemungkinan truck terjebak di lumpur dan tak bisa keluar. Dragline dapat
digunakan pada lokasi yang berlumpur dan penuh air.

Dragline sangat baik untuk penggalian parit-parit, sungai yang memiliki tebing yang
curam sehingga kendaraan untuk mengangkut hasil galian tak perlu masuk ke lokasi
galian. Kerugian penggunaan Dragline untuk penggalian adalah produktivitasnya
sangat rendah, jika dibandingkan dengan Shovel yang punya kapasitas yang sama
hasilnya hanya sekitar 70 sampai 80% kapasitas Shovel.

Clam Shell
Perbedaan antara Dragline dan Clam Shell hanya terletak pada “Drag Bucket” yang
digunakan saja. Clam Shell lebih cocok jika digunakan pada bahan-bahan yang
berbutiran lepas seperti pasir, pasir, batu pecah, batu bara dan sebagainya. Clam
Shell bekerja dengan mengisi bucket, mengangkat ke arah vertikal ke atas kemudian
dengan gerakan memutar, mengangkut ke tempat yang dikehendaki disekelilingnya,
dan kemudian ditumpahkan ke dalam truck atau alat angkut lainnya, atau hanya
menumpuk material yang digali ke tempat-tempat yang ada disekelilingnya.
Cara mengangkat dan membuang Clam Shell aalah dalam arah vertikal, oleh karena
itu Clam Shell sangat sesuai jika digunakan untuk pekerjaan pengisian gerobakgerobak
yang letaknya lebih tinggi dari Clam Shell tersebut.

Alat Perata Tanah (Grader)

Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secaa
mekanis; dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya
untuk penggusuran tanah, pencampuran tanah, meratakan tanggul, pengurugan
kembali galian tanah dan sebagainya; akan tetapi khusus untuk penggunaan pada
pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan.

Berapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah:
- Perataan tanah (Spreading).
- Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”.
- Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing).
- Pembuatan parit (Crowning Ditching)
- Pemberaian butiran tanah (scarifying)
Penggunaan untuk finishing pekerjaan tanah, diperlukan kondisi tanah yang sudah
dalam kondisi mampat semaksimal mungkin.


Alat Pemadat Tanah (Compactor)
Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang, jalan raya, tanggul sungai dan
sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin. Pekerjaan pemadatan tanah
dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan cara menggenangi dan
membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya, namun cara ini perlu waktu lama
dan hasilnya kurang sempurna; agar tanah benar-benar mampat secara sempurna
diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah.
Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin
penggilas (Roller); klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah:
- Berdasarkan cara geraknya; ada yang bergerak sendiri, tapi ada juga
yang harus ditarik traktor.
- Berdasarkan bahan roda penggilasnya, ada yang terbuat dari baja
(Steel Wheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic).
- Dilihat dari bentuk permukaan roda; ada yang punya permukaan
halus (plain), bersegmen, berbentuk grid, berbentuk kaki domba, dan
sebagainya.
- Dilihat dari susunan roda gilasnya; ada yang dengan roda tiga (Three
Wheel), roda dua (Tandem Roller), dan Three Axle Tandem Roller.
- Alat pemadat yang menggunakan penggetar (viberator).

Three Wheel Roller  sering juga disebut Macadam Roller, untuk
menambah bobot alat ini, roda silinder baja yang kosong diisi dengan zat cair
 (minyak atau air), bahkan dalam kondisi tertentu kadang-kadang diisi dengan pasir.
Berat mesin penggilas ini berkisar antara enam sampai 12 ton.


Tandem Roller ada dua jenis, yaitu berporos dua dan berporos tiga,
berat Tandem Roller berkisar antara delapan sampai 14 ton..

Segment Roller  merupakan mesin penggilas yang memiliki roda
tersusun dari lempengan-lempengan baja; walaupun masuknya roda beserta
lempengannya ke dalam tanah tidak terlalu dalam, alat ini mampu memberikan efek
pemadatan tanah pada bagian bawah.. Selain itu alat ini juga membantu menekan
kelebihan air yang terkandung dalam lapisan tanah yang sedang dipadatkan, sehingga
tanah memiliki kepadatan yang maksimal.



Grid Roller  mempunyai mesin penggilas yang berbentuk anyaman;
alat ini memberikan efek pemadatan pada bagian bawah permukaan, namun
pemadatannya tak bisa rata, sebab rodanya berbentuk anyaaman. Grid Roller sangat
baik jika digunakan untuk menggilas lapisan material berbutir kasar dan relatif tak
lengket; Grid Roller merupakan alat pemadat tanah yang relatif baru dan belum
banyak digunakan secara luas.

Pneumatic Roller  sering juga disebut Universal Compactor, rodaroda
penggilasnya terdiri dari ban karet yang dipompa (pneumatic). Roda-roda
tersebut kecoali dapat bergerak maju dapat pula digetarkan atau digerakkan naik
turun untuk memberikan tumbukan yang kuat. Alat ini beratnya 80 ton, dalam satu
kali lintasan mampu memadatkan material timbunan sedalam 24 inci.

Vibvrator Roller adalah mesin pemadat dengan roda silinder baja
dibagian depan yang dapat digetarkan; efisiensi alat ini sangat tinggi dan dapat
digunakan secara luas dalam setiap jenis pemadatan tanah.

Peralatan Pengangkut
Alat Pengangkut Jarak Dekat di Dalam Lokasi  (Loader)

Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti
Buldoser, Grader dan sejenisnya. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu
untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut
lain. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning)
yang ringan, untuk menggusur bongkaran, menggusur tonggak-tonggak kayu kecil,
menggali pondasi basement dan lain-lain.
Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek, bila digunakan
sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser, sebab
dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer.
Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader), dan (2)
Loader dengan roda karet (Wheel Loader).

Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut, hal yang perlu diperhitungkan
adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari
loader itu sendiri, sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan, lebihlebih
jika digunakan Wheel Loader.

Alat Angkut Jarak Jauh Di Luar Lokasi Proyek
Alat yang khusus digunakan sebagai alat angkut jarak jauh adalah truck sebab: mempunyai
kemampuan yang besar, dapat bergerak dengan cepat, punya kapasitas angkut yang
besar, dan beaya operasional yang murah.
Salah satu syarat yang perlu dipenuhi agar truck dapat digunakan dengan baik,
efektif, dan efisien adalah jalan angkut yang cukup rata, kuat, dan keras. Pada jalan
angkut dengan kondisi jelek, perlu penggunaan truck-truck cross countrying yang
harga dan beaya operasionalnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan truck-truck
biasa. Truck jenis ini dalam pekerjaan konstruksi bangunan sipil dikenal dengan
nama Dump Truck. Dump Truck dapat menumpahkan muatan secara hidrolis yang
menyebabkan satu sisi baknya terangkat, sedangkan satu sisi lainnya berfungsi
sebagai sumbu putar atau engsel.

Jika dilihat dari cara pengosongan muatan, jenis truck dapat dibedakan menjadi tiga
yaitu: (1) End-Dump atau Rear Dump, yaitu Dump Truck dengan cara pengosongan
muatan ke belakang, (2) Side-Dump, Dump Truck dengan cara pengosongan muatan
ke samping, dan (3) Bottom-Dump,

Berdasarkan ukuran muatannya, dump truck dapat dibedakan menjadi tiga: Ukuran
kecil, memiliki kapasitas angkut maksimum 25 ton, ukuran sedang memiliki
kapasitas 25 sampai 100 ton, dan ukuran besar jika kapasitasnya lebih dari 100 ton.
a. Dump Truck ukuran kecil (Kapasitas 5 Ton)
b. Dump Truck ukuran sedang (Kapasitas 35 Ton)
c. Dump Truck ukuran besar

Keuntungan                                          Kerugian
Lebih lincah                                           Punya kapasitas yang kecil
Lebih cepat dan ringan sehingga            Membutuhkan banyak pengemudi
tidak merusak jalan
Bila truck macet, kemerosotan               Perawatan lebih banyak
Lebih mudah untuk disesuaikan              produksi kecil                                      
dengan kapasitas alat gali
Biasanya bahanbakarnya lebih mahal



B.   Pembagian Berdasarkan Penggerak Utama
Berdasarkan penggerak utama terbagi menjadi :
·         Traktor sebagai penggerak utama
·         Excavator sebagai penggerak utama
·         Bukan traktor ban bukan excavator sebagai penggerak utama


Traktor Sebagai Prime Mover
a.       Buldozer (lihat kembali fungsinya pada bagian sebelumnya)
b.       Scrapper(lihat kembali fungsinya pada bagian sebelumnya)
c.        Ripper(lihat kembali fungsinya pada bagian sebelumnya)

         D. Motor Grader
         Motor Grader adalah salah satu jenis traktor dengan fungsi sebagai perata bentuk permukaan tanah, biasanya digunakan dalam proyek jalan untuk membuat kemiringan tertentu suatu ruas jalan. Dengan blade yang dapat diatur tingkat kemiringannya.

         E. Loader
         Loader memiliki bentuk yang hampir mirip dengan bulldozer namun bucket loader dapat diangkat dengan ketinggian tertentu dan digunakan sebagai alat pemuat. Loader dapat digunakan untuk material tanah yang telah terurai atau tidak keras.

EXCAVATOR
         A. Back Hoe
         Back Hoe yaitu sejenis excavator dengan fungsi sebagai pengeduk dengan arah kebelakang. Alat berat ini merupakan Alat berat yang paling dikenal oleh masyarakat, karena di setiap kegiatan pemindahan tanah mekanis selalu ada alat seperti ini.

         B. Clam Shell
         Clam Shell merupakan excavator dengan fungsi sebagai pengeduk jepit. Yang membedakan dengan Back Hoe adalah pada bucketnya, bentuk bucket pada Clam Shell seperti penjepit sepertihalnya capit kepiting.

         C. Power Shovel
         Power Shovel adalah jenis excavator untuk pengeduk arah kedepan. Alat berat ini juga sering kita jumpai dalam pekerjaan pemindahan tanah mekanis.

         D. Dragline
         Dragline sering kita jumpai dalam pekerjaan pengerukan dasar atau bagian tepi sungai. Dragline merupakan jenis excavator dengan sistem pengeduk tarik, jadi terdapat tali baja penarik bucketnya.

         E. Mobile Crane
         Mobile Crane, sejenis excavator yang digunakan untuk mengangkat material bangunan, sepertihalnya besi tulangan, batu bata, dan material-material bangunan lainnya. Mobile crane berbeda dengan Tower Crane, Mobile Crane bersifat moving (dapat berpindah tempat) sedangkan Tower Crane bersifat tetap.

SELAIN TRAKTOR DAN EXCAVATOR
         A. Dump Truck
         Dump Truck berfunsi sebagai alat angkut material-material bangunan (tanah, besi tulanagn, semen, batu bata, dll)

         B. Trailer
         Trailer berfungsi juga sebagai alat angkut, namun dengan kapasitas dan berat diatas Dump Truck. Misalnya, sebagai alat angkut alat berat.

         C. Alat Pemadat
         Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan, baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Alat Pemadat ada berbagai jenis, diantaranya; Three Wheel Roller, Tandem roller, Pneumatic Tired Roller, dan Sheep Foot Roller. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda, namun pada intinya sama yaitu sebagai alat pemadat.
         Three Wheel Roller: Penggilas beroda tiga, depan satu dan di ikuti dua roda dibagian belakangnya. Three Wheel Roller ini sering juga disebut Macadam Roller, karena jenis ini sering digunakan dalam usaha-usaha pemadatan material yang berbutir kasar. Untuk menambah bobot dari three wheel roller ini, maka roda silinder yang kosong diisi dengan zat cair (minyak atau air) atau kadang-kadang juga diisi dengan pasir. Pada umumnya berat compactor ini berkisar antara 6-12 ton. Penambahan bobot akibat pengisian zat cair pada roda silinder dapat meningkatkan beratnya 15% - 35%.

         Tandem Roller: terdiri atas berporos 2 (two axle) dan berporos 3 (three axle tandem rollers). Penggunaan dari penggilas ini umumnya untuk mendapatkan permukaan yang agak halus, misalnya pada penggilasan aspal beton dan lain-lain. Tandem roller ini memberikan lintasan yang sama pada masing-masing rodanya, beratnya antara 8-14 ton, penambahan berat yang diakibatkan oleh pengisian zat cair (ballasting) berkisar antara 25% - 60% dari berat penggilas. Untuk mendapatkan penambahan kepadatan pada pekerjaan penggilasan biasanya digunakan three axle tandem roller. Sebaiknya tandem roller jangan digunakan untuk menggilas batu-batuan yang keras dan tajam karena akan merusak roda-roda penggilasnya

         Pneumatic Tired Roller: Roda-roda penggilas jenis ini terdiri atas roda-roda ban karet yang dipompa (pneumatic). Susunan dari roda muka dan roda belakang selang-seling sehingga bagian yang tidak tergilas oleh roda bagian depan akan digilas oleh roda bagian belakang. Roda-roda ini menghasilkan "kneading action" (tekanan) terhadap tanah sehingga membantu konsolidasi tanah. Tekanan yang diberikan oleh roda terhadap permukaan tanah dapat diatur dengan cara mengubah tekanan ban. Makin besar tekanan ban, makin besar pula tekanan yang terjadi pada tanah. Sumbu dari roda dapat "bergoyang" mengikuti perubahan permukaan tanah, hal ini dapat memperbesar "kneading action" tadi.
         Pneumatic tired roller sangat cocok digunakan pada pekerjaan penggilasan bahan
granular, juga baik digunakan pada penggilasan lapisan hot mix sebagai "penggilas antara". Sebaiknya tidak digunakan untuk menggilas lapisan yang berbatu dan tajam karena akan mempercepat kerusakan pada roda-rodanya. Bobotnya dapat ditingkatkan dengan mengisi zat cair atau pasir pada dinding-dinding mesin. Jumlah roda biasanya 9 sampai 19 buah, dengan konfigurasi 9 buah (4 roda depan dan 5 roda belakang), 11 buah (5 roda depan dan 6 roda belakang), 13 buah (6 roda depan dan 7 roda belakang), 15 buah (7 roda depan dan 8 roda belakang).


         Sheep Foot Roller: penggilas tipe kaki kambing, prinsip dari sheep foot roller adalah sebuah silinder yang di bagian luarnya dipasang kaki-kaki. Pada kaki-kaki ini terjadi tekanan yang tinggi, sehingga kaki-kaki ini masuk ke dalam tanah dan memberikan efek "pemadatan dari bawah". Sheep foot roller ini baik digunakan untuk tanah berpasir dengan sedikit mengandung lempung, juga untuk tanah yang plastis dan kohesif. Sangat efektif digunakan untuk memadatkan material lepas dengan tebal lapisan antara 15-25 cm. Selain sheep foot roller dengan tarikan (towed) juga terdapat sheep foot roller yang bermesin yang dapat bergerak sendiri dengan kecepatan mencapai sekitar 32 km/jam. Untuk sheep foot roller yang ditarik, jika tenaga traktor penariknya cukup besar, biasanya ditarik beberapa jauh, berjajar ke samping, satu garis atau kombinasi keduanya. Ukuran sheep foot roller ini antara 3 - 5 ton , namun ada juga yang 12-30 ton.


         D. Compressor
         Compressor merupakan alat berat yang berfungsi sebagai pemampat udara yang digunakan dalam pembersihan area pekerjaan dari debu maupun sampah ringan lainnya, sebelum dilakukan pengecoran atau kegiatan yang membutuhkan kebersihan area.

         E. Stone Crusher
         Stone Crusher merupakan alat berat yang digunakan untuk memecah batuan menjadi ukuran yang direncanakan. Untuk selanjutnya digunakan sebagai material bahan bangunan.

         F. Dredger
         Dredger disebut juga kapal keruk,  fungsinya adalah memperdalam kolam pelabuhan, alur pelayaran, sungai dan lain-lainnya dan juga menyediakan tanah untuk reklamasi rawa-rawa (untuk perluasan daerah menjadi daratan).

Diamond Dredger
C.   Pembagian Berdasarkan Roda Alat
Pembagian alat berat berdasarkan roda alat, dapat digolongkan menjadi dua yakni traktor roda kelabang (Crawler ) dan traktor yang menggunakan roda ban (wheel ) atau baja

1.  Roda Kelabang (Crawler)
Crawler  dibutuhkan jika antara roda dan permukaan tanah dikehendaki
gesekan yang besar, serta mendapatkan tenaga maksimum pada waktu kerja, sebab
Crawler  tidak bisa selip, tetapi kecepatannya sangat rendah; kecepatan maksimum Crawler  hanya sekitar 4,5 km/ jam. Umumnya Crawler digunakan untuk menggusur tanah, contoh Crawler Tractor

Kegunaan Crawler Tractor terutama sebagai:
- Tenaga penggerak untuk mendorong, misalnya: Buldoser, Loader.
- Tenaga penggerak untuk penarik, misalnya: Scrapper, Sheep foot roller.
- Tenaga penggerak alat angkut, misalnya: truck.
- Tempat duduknya alat-alat berat lain, misalnya: Crane

2. Roda Ban (Wheel)
Wheel  menggunakan ban karet yang dipompa  dan penggunaannya dimaksudkan untuk memperoleh kecepatan yang lebih besar. Contohnya pada Crawler Tractor, tetapi Wheel Tractor memiliki daya tarik yang lebih kecil dariCrawler Tractor.

Tipe Wheel Tractor ada dua yaitu, Wheel Tractor roda dua dan Wheel Tractor roda
empat. Jika dibandingkan dengan yang menggunakan roda empat Wheel Tractor roda
dua mempunyak kemungkinan selip yang lebih besar, tetapi sebaliknya Wheel
Tractor ruda dua memiliki kemampuan menarik yang lebih besar, sebab seluruh
beratnya dilimpahkan pada dua roda saja.

Selain itu pemeliharaan Wheel Tractor
dengan roda dua lebih murah karena jumlah rodanya lebih sedikit; tetapi karena
rodanya lebih sedikit itulah maka Wheel Tractor mempunyai ketahanan gelinding
yang lebih kecil.

Wheel Tractor roda empat lebih nyaman dikemudikan; pada kondisi kerja jalan yang
sangat jelek lebih stabil sehingga kemungkinan berjalan pada kecepatan yang lebih
tinggi lebih besar. Traktor jenis ini jika dilepas dapat bekerja sendiri.

Tabel I.1 Perbedaan Crawler Tractor dan wheel tractor.

Crawler Tractor                                                                          Wheel Tractor
Memiliki kemampuan tarik yang besar                                         Kemampuan tarik lebih kecil
Kecepatannya relatif kecil                                                           Kecepatan relatif besar
Luas bidang singgung antara roda dengan tanah lebih besar       Luas bidang singgung antara roda  
 dengan tanah lebih kecil
Dapat bekerja pada kondisi tanah yang buruk                             Efektivitas kerja dipengaruhi
 oleh kondisi tanah di lapangan
Kemungkinan selip tidak ada                                                      Mungkin terjadi selip

Senin, 28 Mei 2012

STABILITAS LERENG


STABILITAS  LERENG

Pada permukaan tanah yang tidak horizontal , komponen gravitasi cenderung untuk menggerakkan tanah kebawah. Jika komponen gravitasi sedemikian besar sehingga perlawanan terhadap geseran yang dapat dikerahkan oleh tanah pada bidang longsornya terlampui, maka akan terjadi kelongsoran lereng. Analisa stabilitas pada permukaan tanah yang miring ini, disebut analisis stabilitas lereng. Analisis ini sering digunakan dalam perancangan-perancangan bangunan  seperti: jalan kereta api, jalan raya, bandara, bendungan urugan tanah, saluran, dan lain-lainnya. Umumnya,  analisis stabilitas dilakukan untuk mengecek keamanan dari lereng alam, lereng  galian, dan lereng urugan tanah.
                Analisis stabilitas lereng tidak mudah, Karena terdapat banyak factor yang sangat mempengaruhi hasil hitungan. Factor- factor tersebut misalnya, kondisi tanah yang berlapis-lapis, kuat geser tanah yang anisotropis, aliran rembesan air dalam tanah dan lain-lainnya. Terzaghi (1950) membagi penyebab longsoran lereng terdiri dari akibat pengaruh dalam(internal effect) dan pengaruh luar(external  effect) yaitu pengaruh yang menyebabkan bertambahnya gaya geser dengan tanpa adanya perubahan kuat geser tanah. Contohnya, akibat perbuatan manusia mempertajam kemiringan tebing atau memperdalam galian tanah dan erosi sungai. Pengaruh dalam yaitu longsoran  yang terjadi dengan tanpa adanya perubahan kondisi luaar atau gempa bumi. Contoh yang umum untuk kondisi ini adalah pengaruh bertambahnya tekanan air pori di dalam lereng.
 Kelongsoran lereng alam dapat terjadi dari hal-hal sebagai berikut:
1.       Penambahan beban pada lereng. Tambahan beban lereng dapat berupa bangunan baru, tambahan beban oleh air yang masuk ke pori-pori tanah maupun yang menggenang di permukaan tanah dan beban dinamis oleh tumbuh-tumbuhan yang tertiup angin dan lain-lain.
2.       Penggalian atau pemotongan tanah pada kaki lereng.
3.       Penggalian yang mempertajam kemiringan lereng.
4.       Perubahan posisi muka air secara cepat (rapid drawdown)(pada bendungan, sungai dan lain-lain).
5.       Kenaikan tekanan lateral oleh air(air yang mengisi retakan akan mendorong tanah kearah lateral).
6.       Gempa bumi.
7.       Penurunan tahanan geser pembentuk lereng oleh akibat kenaikan kadar air, kenaikan tekanan air pori, tekanan rembesan, oleh genangan air di dalam tanah, tanah pada lereng mengandung lempung yang mudah kembang susut dan lain-lain.


(Hary Christady Hardiyantmo,Mekanika Tanah 2,Hal:367)

Rabu, 16 Mei 2012

HIDROLOGI

1.1 Pengertian Hidrologi Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari atau menjelaskan tentang kehadiran dan gerakan air di alam ini. Hal ini meliputi berbagai bentuk air yang menyangkut perubahan-perubahannya antara keadaan cair, padat dan dalam atmosfer, di atas permukaan tanah, di dalamnya tercangkup juga air laut yang merupakan sumber dan pusat penyimpanan air yang mengaktifkan penghidupan di planet bumi ini. Sedangkan siklus hidrologi adalah gerakan air laut ke udara, yang kemudian jatuh ke permukaan tanah lagi sebagai hujan atau bentuk presipitasi lain, dan akhirnya mengalir kelaut kembali. Berikut gambar dari siklus hidrologi tersebut

. 1.2 Ilmu-ilmu Yang Menunjang Hidrologi Para teknisi sangat berkepentingan dalam perencanaan dan eksploitasi bangunan air dan untuk pengendalian bangunan air terutama yang mengalir aliran sungai, pembuatan waduk-waduk dan saluran irigasi. Oleh karena itu mereka terus mempelajari ilmu hidrologi dalam arti yang luas. Karena bagian-bagiannya banyak yang berasal dari matematika, ilmu alam, statistik, meteorologi, oseanografi, geografi, geologi, dan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan itu. Pada dasarnya bukan ilmu yang sepenuhnya eksak, tetapi ilmu yang memerlukan interpretasi, pekerjaan-pekerjaan eksperimen dalam hidrologi sangat dibatasioleh besar kecilnya peristiwa alam dan riset dalam hal-hal tertentu. Syarat-syarat fluida mental yang diperlukan adalah hasil-hasil data pengamatan dalam semua aspek presipitasi, limpasan, debit sungai, infiltrasi, perkolasi, evaporasi, dan lain-lain. Dengan data-data tersebut dan ditunjang oleh pengalaman-pengalaman dalam banyak ilmu yang berkaitan dengan hidrologi. Maka ahli hidrologi akan memberikan penyelesaian dalam persoalan yang menyangkut keperluan dan penggunaannya dengan perancangan teknis bangunan-bangunan air.

 1.3 Penggunaan Hidrologi dalam Perencanaan Teknis Dalam praktek, para teknisi yang berkepentingan dengan perencanaan dan pembangunan air, tidak dapat mengabaikan hidrologi sebagai alat penganalisa sejumlah air untuk maksud tersebut di atas. Dengan meluasnya sumber-sumber daya air daerah-daerah pengaliran sungai, maka perencanaan hidrologi semakin penting. Ilmu ini tidak hanya berperan dalam perencanaan bangunan air saja, tetapi juga ikut menentukan macam dan luas daerah pertanian yang harus dikerjakan, penentuan letak daerah industripelayaran diperairan, pedalaman dan sebagainya.  

1.4 Perkembangan Hidrologi Di Indonesia Ilmu hidrologi di dunia sudah ada sejak orang mulai mempertanyakan dari mana asal mula air yang ada di sekelilingnya. Zaman Leonardo Da Vinci pengertian dasar tentang hidrologi mulai dikenal dengan benar. Ketidak mampuan para pendahulu dalam menetapkan pengertian yang tepat karena didasari pada anggapan bahwa: • Tanah terlalu keras kedap (imprevius) sehingga tidak memungkinkan air untuk masuk ke dalam tanah. • Jumlah hujan tidak cukup banyak untuk dapat menimbulkan air sebesar yang terlihat di sungai, danau, dan sebagainya. Permulaan perkembangan ilmu hidrologi di Indonesia tidak diketahui dengan jelas. Pada beberapa pendidikan tinggi pada tahun 60-an, mata kuliah hidrologi masih merupakan bagian dari mata kuliah lain seperti irigasi, bagian tenaga air. Mulai awal tahun 1970-an, ilmu hidrologi berkembang pesat, diantaranya ditandai dengan cukup banyaknya pertemuan-pertemuan ilmiah dalam bentuk seminar, loka karya, diskusi yang mempersoalkan peran ilmu hidrologi di berbagai bidang keinsinyuran. Didukung oleh suasana pembangunan secara keseluruhan, perkembangn ilmu hidrologi secara kualitatif, maupun kuantitatif menjadi sangat pesat, munculnya beberapa organisasi profesi seperti Himpunan Ahli Teknik Hidrolika Indonesia (HATHI) sangat mendukung perkembangn tersebut. Hal yang paling mendasar yang harus dimiliki oleh para Hidrologi di Indonesia adalah pemahaman masalah-masalah khas Indonesia, dengan tidak mengabaikan pengalaman dan pendalaman terhadap perkembangan ilmu hidrologi secara umum. Kondisi hidrologi di Indonesia dan dimanapun adalah khas, sehingga tidak semua cara dan konsep dapat digunakan untuk memecahkan masalah hidrologi di Indonesia. Masih banyak masalah hidrologi yang masih belum terselesaikan. Oleh sebab itu maka penelitian-penelitian pengembangan maupun penelitian aplikatif perlu dilakukan terus sehingga paling tidak cara-cara khas untuk menangani masalah hidrologi di Indonesia dapat ditemukan. (Analisa Hidrologi, Sri Harto Br)

Senin, 07 Mei 2012

FENDER DAB ALAT PENAMBAT

FENDER DAN ALAT PENAMBAT
 Kapal yang akan merapat ke dermaga masih mempunyai kecepatan sehingga pada saat merapat terjadi benturan antara kapal dan dermaga. Walaupun kecepatan kapal kecil tetapi massanya sangat besar akan mengakibatkan benturan yang besar, maka energi yang terjadi akibat benturan tersebut juga besar. ender danUntuk menghindari kerusakan pada kapal maupun dermaga karena benturan, maka didepan dermaga diberi bantalan yang berfungsi sebagai penyerap energi benturan. Bantalan yang ditempatkan didepan dermaga disebut dengan FENDER Fender adalah perangkat yang digunakan untuk meredam benturan yang terjadi pada saat kapal akan merapat ke dermaga atau pada saat kapal yang sedang ditambatkan tergoyang oleh gelombang atau arus yang terjadi di pelabuhan. Peredaman dilakukan dengan menggunakan bahan elastis, biasanya terbuat dari karet t Alat penambat Adalah suatu konstruksi yang digunakan untuk • Mengikat kapal pada saat berlabuh, agar tidak terjadi pergerakan kapal oleh gelombang, arus dan angin • Menolong kapal untuk berputar Alat penambat ini dapat diletakkan di darat / dermaga dan didalam air.